Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Perempuan tuh enggak boleh kayak gitu...

"Jangan pake baju yang ke buka gitu, udah umur berapa, nutup sih" "Jadi perempuan jangan ketinggian milihnya, ntar gak ada yang mau" "Apa lagi sih yang dicari? Udah ada yang mau malah nolak. Mama tuh pengen kamu nikah cepet" "Ambil master mah pas udah nikah juga bisa" "Heh, perempuan kok ketawanya kayak gitu? Perempuan tuh kalem, bukan kayak kamu, nyablak" "Jangan terlalu mandiri deh, pantes aja gak ada laki-laki yang mau" "Perempuan tuh kalem, gak semua harus diomong. Kamu tuh apa aja diomong, mana ada laki-laki yang mau ntar" "Gendutin badannya, biar dada kamu 'adaan' dikit. Kalo dada kamu kecil, suami kamu gak suka nanti" "Jaga makan kamu, kamu tuh perempuan, nanti kan yang bakal hamil itu kamu" "Cantik deh dia, berjilbab" "Jangan terlalu milih jadi perempuan !" "Jangan pulang malem-malem, gaenak nanti diomongin tetangga kalo anak gadis suka pulang ma...

Berdamai Dengan Diri Sendiri

Mei - September 2017 Beberapa bulan belakangan ini saya merasakan langsung bahwa hubungan antar 2 orang atau lebih yang awalnya sangat baik bisa berubah 180 derajat karena sebuah hal yang katanya sepele. Saya menyadari bahwa merelakan kepergian seseorang benar-benar bukan perkara yang mudah, karena di bulan-bulan ini saya melewati banyak fase mulai dari turun, naik, jatuh, terguling, dan hal sakit lainnya untuk bisa merelakan seseorang yang sangat saya sayangi. Ya, melihat masa lalu saya berbahagia kini dengan masa depannya, saya iri. Ada rasa kecewa dan tidak menerima karena diperlakukan sedemikian rupa. Ada rasa tidak adil dan marah yang tidak berkesudahan atas apa yang terjadi. Maka, saya pun mencari kebahagiaan lain sebagai pelampiasan rasa kecewa saya. Mengenal banyak pria dan orang baru, mendekatkan diri pada Tuhan yang sudah lama saya jauhi, hanya demi memuaskan pendapat, saran atau hanya indera penglihatan lingkungan sosial saya yang selalu dibalut kata-kata "Move on l...