Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Sebaiknya mengenal aku....

Gambar
Zarry Hendrik Melihat tulisan di atas, sebaiknya kita melihat diri baik-baik. Aku butuh berhenti dari perjalananku yang entah ke mana, mencari apa. Selama ini aku hanya lari dari kenangan, takut akan bayang-bayang. Telah banyak kujumpai pemandangan indah, pertemuan yang baik. Namun tak kutemukan seseorang, siapapun yang serupanya, seindahnya, sebaiknya mengenal aku. Melihat lingkungan baik-baik, dan memahami baik-baik. Aku tak akan pernah sampai ke tempat yang aku cari. Aku tukang membanding-bandingkan. Aku tak akan pernah menemukan dirinya di dalam orang lain. Sesungguhnya aku tidak akan kemana-mana. Tubuhku bergerak, kakiku melangkah tetapi hatiku terkunci rapat, perasaanku masih dihantui. Aku butuh pertolongan, aku butuh didoakan, aku butuh diriku sendiri untuk berdamai dengan masa yang selalu kupaksa terulang. Karena yang Aku cari hanya sebuah pertemuan baik, perkenalan yang baik, dan penerimaan yang baik

Untuk Anya

Untuk Anya, Selamat untukmu Nya. Entah hal apa yang membuatmu bahagia. Mungkin karena kamu telah berhasil menjadi menyelesaikan kuliahmu atau mungkin karena kamu telah mendapatkan pekerjaan atau karena kamu sudah berhasil pergi ke London atau karena kamu telah mendapatkan pekerjaan impianmu atau karena Dia telah melamarmu atau mungkin karena telah hadir sosok bayi mungil yang ada di dalam pelukanmu. Mari kita berandai ! Jika hari ini adalah hari kelulusanmu, aku akan hadir dengan sebuket bunga mawar, entah berwarna merah atau kuning, menghadiri hari bahagiamu itu. Melihatmu tertawa jahil ketika kau memakai baju dan toga kebesaranmu itu. Bagaimana tubuh tidak bertambah gemukmu itu tenggelam di dalamnya. Kamu akan melihatku berupaya datang dari jauh, memotret tawa lepasmu dan memiliki potret bersama. Jika hari ini adalah hari pertamamu bekerja, aku akan hadir membawakanmu sebuah kue kecil, mengajakmu ke kafeteria kecil di kantormu dan memaksamu melepaskan stres yang ada ...

Ketika Tulang Rusuk menjadi Tulang Punggung

Waktu itu gw baca tulisan dari @adelladellaide yang judulnya Tentang Tulang Punggung dan Tulang Rusuk. Seketika gw langsung inget nyokap gw. Gw anak pertama dari 3 bersaudara. Gw punya 2 adik perempuan. Adik pertama gw sekarang kelas 2 SMA sedangkan adik gw yang bungsu masih duduk di bangku SMP kelas 3. Sekarang, mereka duduk di bangku sekolah yang berarti gw secara terpaksa atau tidak, mau enggak mau harus ngebantu nyokap gw ngebiayaain mereka sekolah, atau minimal jajan dikit. Untungnya, ade gw dapet KJP atau Kartu Jakarta Pintar dimana semua biaya printilan sekolah gratis, dengan beli gesek tanpa uang cash yang dapet dari pemerintah Jakarta tiap 6 bulan. Gw bukan dari keluarga kaya raya. Dulu, bokap gw kerja. Sekarang, udah hampir 9 tahun doi enggak kerja karena doi kena stroke. Uang pensiun bokap habis hanya dalam waktu 6 bulan setelah doi sakit. Setelah itu, nyokap, yang ngerasa terpaksa harus bekerja buat ngebiayaain ketiga anaknya yang unyu dan masih kecil, ngambil alih...

How to having your dream

Bagaimana cara lo ngembangin mimpi lo? Pernah gak lo berpikir bahwa kita itu hidup di satu negara dimana untuk ngegapai mimpi lo susah? Pernah gak lo berpikir, demi nyenengin orang tua, lingkungan lo, lo harus relain mimpi yang lo buat dari kecil? Gw bisa bertaruh, hampir 80% dari kita hidup dibawah bayang mimpi. Bahkan mungkin, lebih dari nominal tersebut, banyak yang enggak tau mimpi mereka apa. Sebagai contoh, gw pernah nanya ke temen gw. Dia pinter, cantik, jago dagang, calon ibu guru yang baik, dan mungkin calon istri yang baik (sorry gw enggak bisa kasih tau identitasnya), waktu gw tanya mimpi dia apa, dia enggak bisa jawab. Tapi, kalau gw tanya cita-cita lo apa, dia jawab “gw pengen jadi pns”. Gw yakin, enggak semua orang terlahir dengan keinginan pengen jadi pns. Pasti ada oknum yang ngedidik pribadi tersebut buat jadi pns, dari kecil dicuci otak kalau hidup jadi pns itu mudah, nyaman dan enggak usah ambil resiko. Jadi, hidup lo hanya bakal dihabisin dengan hidup mudah, nyaman...

PROLOG

PROLOG Studio Musik, 14:56 Amira tidak bisa lagi menahan rasa kecewanya. Perdebatannya dengan Bono, pria yang sudah menjadi kekasihnya selama 6 tahun ini, tidak bisa lagi diteruskan. Tubuh Amira mengejang, matanya memerah dan segera menjadi panas. Pernyataan putus hubungan dari sang Bono membuatnya makin kecewa. “Kita enggak bisa gini terus Mir, ada yang harus direlain,” ujar Bono. “Direlain? Apanya?” tanya Amira. “Ya kita. Masa omongan aku selama 3 jam ini ‘gak masuk ke dalam otak kamu. Aku ‘gak ngerti deh cara berpikir kamu Mir” ujar Bono lagi. “Enggak, aku ‘gak bisa ‘ngerti dan ‘gak bisa mikir. Aku yang harusnya ‘gak ngerti cara berpikir kamu. Jadi semua hal yang kita lakuin selama 6 tahun ini Cuma boongan doang? Semua bakal kayak gini hanya karena kita ‘gak sama? Dangkal pikiran kamu Bono,” ujar Amira. Bono menarik nafas panjang. Diperhatikannya wajah sang Amira. Betapa manisnya gadis ini, ujar Bono dalam hati. Dia menunduk, diperhatikan garis tangan miliknya. ...

Dawn of Justice (?)

Gambar
Bukan maksud spoiler, tapi gw gatel rasanya kalo ga ngebahas tentang film superhero yang baru premier tanggal 23 Maret kemaren, Batman vs Superman : Dawn of Justice. Tenang, gw ga akan ngebahas tentang ceritanya, tapi gw hanya akan ngebahas performance setiap pemerannya. Untuk film Batman kali ini, gw merasa lebih nyatu dengan tokoh Bruce Wayne. Why? Karena gw lahir dan tumbuh dari film Batman yang dulu diperanin sama Michael Keaton ataupun George Clooney. Bagi gw, Bruce Wayne adalah pria middle 40 yang punya gaya perlente kaya luar biasa, usahanya gak akan abis mungkin buat ke sekian generasi Wayne selanjutnya. Dan itu berhasil di dapetin oleh seorang Ben Affleck. Dengan badan bak pria yang setiap hari ngegym, bisep bisep ngebentuk tangan, ditambah suit andalan dengan rinci bak suit mahal khas bos muda yang kaya raya, serta pembawaan cool yang bikin cewek middle 20 kayak gw luluh, pembawaan seorang Ben Affleck menjadi Bruce Wayne lebih 'dapet' ketimbang Christian Bale....