Rumahku, (hanya) impianku.
Suatu ketika disaat santai, iseng-iseng ngetik keywords di Google "Harga rumah"
dan jengjet banyaklah artikel tentang Rumah, mau itu rumah sewa atau jual tapi rumah.
Dan ada 2 artikel yang judulnya cukup bikin cenat cenut tapi gak ala SMASH.
Yaitu artikel yang ini 25 juta keluarga muda tidak sanggup beli rumah dan 5 tahun lagi generasi milenial terancam tidak bisa membeli rumah
Sebagai anak muda yang menjadi generasi milenial (alias lahir tahun 1984-1994 bukan tahun 2000an) ngeliat judulnya udah ngeri-ngeri merinding gitu ya. Dan tambah mules campur aduk begitu baca artikelnya.
"Lima tahun ke depan, atau tepatnya 2021, generasi milenial yang bekerja dan bermukim di Jakarta, terancam tidak bisa membeli dan memiliki rumah. Kesimpulan tersebut, menurut Untung, bertolak dari angka pendapatan kenaikan gaji normal di luar promosi sepanjang tahun 2016 sebesar rerata 10 persen, dan lonjakan harga rumah dengan angka asumsi minimal 20 persen. Pendapatan rata-rata generasi milenial saat ini adalah Rp 6.072.111 per bulan. Sedangkan untuk dapat mencicil rumah di Jakarta dengan harga termurah Rp 300 juta, dibutuhkan pendapatan minimal Rp 7,5 juta per bulan. Untung memprediksi peningkatan harga rumah dalam lima tahun mendatang sekitar 150 persen, sementara kenaikan pendapatan hanya 60 persen dalam periode yang sama. Dengan estimasi kenaikan minimal 20 persen per tahun, harga rumah yang saat ini dipatok Rp 300 juta akan menjadi Rp 750 juta. Bandingkan dengan kisaran penghasilan generasi milenial pada tahun 2021 mendatang yang hanya ada di angka Rp 12 juta.Dengan penghasilan Rp 12 juta tersebut, generasi milenial tidak lagi mampu membeli rumah yang sebenarnya terjangkau oleh mereka saat ini." - http://properti.kompas.com
Sedangkan untuk artikel satu lagi gak kalah mengejutkannya
dan jengjet banyaklah artikel tentang Rumah, mau itu rumah sewa atau jual tapi rumah.
Dan ada 2 artikel yang judulnya cukup bikin cenat cenut tapi gak ala SMASH.
Yaitu artikel yang ini 25 juta keluarga muda tidak sanggup beli rumah dan 5 tahun lagi generasi milenial terancam tidak bisa membeli rumah
Sebagai anak muda yang menjadi generasi milenial (alias lahir tahun 1984-1994 bukan tahun 2000an) ngeliat judulnya udah ngeri-ngeri merinding gitu ya. Dan tambah mules campur aduk begitu baca artikelnya.
"Lima tahun ke depan, atau tepatnya 2021, generasi milenial yang bekerja dan bermukim di Jakarta, terancam tidak bisa membeli dan memiliki rumah. Kesimpulan tersebut, menurut Untung, bertolak dari angka pendapatan kenaikan gaji normal di luar promosi sepanjang tahun 2016 sebesar rerata 10 persen, dan lonjakan harga rumah dengan angka asumsi minimal 20 persen. Pendapatan rata-rata generasi milenial saat ini adalah Rp 6.072.111 per bulan. Sedangkan untuk dapat mencicil rumah di Jakarta dengan harga termurah Rp 300 juta, dibutuhkan pendapatan minimal Rp 7,5 juta per bulan. Untung memprediksi peningkatan harga rumah dalam lima tahun mendatang sekitar 150 persen, sementara kenaikan pendapatan hanya 60 persen dalam periode yang sama. Dengan estimasi kenaikan minimal 20 persen per tahun, harga rumah yang saat ini dipatok Rp 300 juta akan menjadi Rp 750 juta. Bandingkan dengan kisaran penghasilan generasi milenial pada tahun 2021 mendatang yang hanya ada di angka Rp 12 juta.Dengan penghasilan Rp 12 juta tersebut, generasi milenial tidak lagi mampu membeli rumah yang sebenarnya terjangkau oleh mereka saat ini." - http://properti.kompas.com
Sedangkan untuk artikel satu lagi gak kalah mengejutkannya
"Data yang dirilis oleh Kementerian PU dan Perumahan itu juga menyebut : jika satu keluarga dihuni 4 orang anggota, maka total ada sekitar 100 juta penduduk negeri ini yang belum tinggal di rumahnya sendiri secara permanen. Kenapa jutaan orang tidak sanggup beli rumah? Sederhana alasannya : harga rumah, yang kecil sekalipun, mahalnya minta ampun. Data menunjukkan, setiap tahun ada 800 ribu pasangan baru yang menikah. Artinya setiap weekend ada sekitar 14 ribu pasangan yang menikah. Dengan kata lain, setiap tahun ada 800 ribu keluarga muda baru. Nah berapa pasokan rumah baru yang dibangun di tanah air dalam setahun? Hanya 100 ribu unit." http://strategimanajemen.net
*merinding*
Duh cemas ya. Sekarang gini, Sebagai seorang perempuan yang sudah bekerja dan sudah punya pasangan dan sudah merencanakan pernikahan dengan pasangan, gw pengen banget bisa punya rumah sendiri tanpa harus ada embel-embel tinggal sama orang tua. Lagian, siapa yang gak mau punya rumah sendiri?
Menurut artikel 1, katanya peningkatan harga rumah 4 tahun dari sekarang sekitar 150% sementara kenaikan pendapatan hanya sekitar 60% aja. Seimbang? Enggak sama sekali. Sama sekali. Rumah bisa naik hampir 3 kali lipat sedangkan pendapatan yaa segitu aja.
Sedangkan menurut artikel 2, permintaan rumah semakin banyak, berarti semakin banyak juga orang yang menikah.
Terus gw harus nyari rumah dimana?
Karena penasaran gw coba liat harga rumah di Jakarta yang paling update di Maret 2017.
Itu rumah udah di Jakarta gw nyari yang rada ke Bekasi.
Nyicil kisaran 5 sampai belasan juta per bulan.
Oh iya, cowok gw kan orang Bandung, kali harga rumah disana jauh lebih manusiawi dibanding di Jakarta atau sekitarnya.
Daaaaaaaan, sama ajaaaaaaaaaaaa.
*pijet pijet kepala*
Tapi, menurut 2 artikel tersebut memang untuk saat ini, jika kita mau dp rumah dan mencicil rumah pendapatan kita harus kisaran sekita 7-8 jutaan untuk dapet rumah yang harganya 300 jutaan. Masalahnya jaman sekarang, rumah daerah mana yang tempatnya enak dan masuk akal dan harganya masih 300 jutaan? Untuk saat ini aja nyari rumah harga 300an udah ngos-ngosan gimana 4 tahun dari sekarang. Jika harga rumah sekarang aja 300an juta dan 4 tahun dari sekarang naik 2 kali lipatnya jadi sekitar 700an juta, berapa gaji perbulan yang harus gw punya????
Daerah yang tempatnya enak dan masuk akal disini maksudnya adalah kalo lo kerja di Jakarta dan rumah lo dipojokan bogor, depok, tangerang atau bekasi sana sih gak termasuk. Eh jangan salah, walau daerah sana harga rumah masih sangat miring, lo harus perhatikan biaya transportasi lo dari rumah ke kantor dan kondisi fisik badan lo. Rela jalan jam 5 pagi nyampe jam 9 malem demi si buah hati dan rumah murah sebesar 2 kamar?
Jika memalingkan ide dari Jakarta ke Bandung pun sama aja. Daerah yang paling diminati di Bandung sih masih sekitaran Antapani yang kemana-mana deket. Mahal? Banget. Sedangkan daerah rada-rada ke arah kabupaten macam Margahayu, Cibiru atau Lembang, mungkin harga disana ga seedan (walau masih edan) di daerah kota, tapi transportasi kesana udah bikin cenat cenut kepala setiap jam. Transportasi macam KRL atau Transjakarta belum ada, belum macetnya. Rumah murah, tapi kalo pulang pergi bikin emosi dan kap mobil panas ya siapa yang mau juga.
Sebagai pasangan muda yang merencanakan ini itu, buat DP rumah aja paling nggak harus ada uang 50juta. Belum mikirin uang nikah, biaya gengsi orang tua dan keluarga, biaya resepsi dan administrasi, bisa butuh 50 juta lagi. Seenggaknya butuh dana awal sekitar 100 juta. Dengan gaji gw dan pasangan yang (hitung aja) sekitar 10 juta, butuh berapa tahun harus sampe 100 juta? Itu tahun ini, kalo 2 tahun lagi?
Satu-satunya harapan bagi para pasangan muda yang akhirnya memilih nabung mati-matian buat biaya nikah adalah tinggal sama orang tua atau dengan mertua di PMI (Pondok Mertua Indah) dengan sistem Pendidikan seumur hidup.
Ya, begitulah dinamika pasangan muda jaman kini. Biaya nikah tiap tahun naik terus, biaya rumah makin tahun mkin bikin kepala sakit, belum gaya hidup yang belum ditahan. Mudah-mudahan mempunyai rumah impian bukan hanya menjadi sekedar impian ya.
Notes : makasih buat web urbanindo.com dan rumah123.com yang ngebantu info harga-harga rumah terkini. mantips !









Asli nyaaaaa. Aku pun pada akhirnya nunda nikah karena rencana DP rumah dulu. Duh rumah di Bandung pinggir aja harganya udah bikin cenat cenut, harga rumah di tengah kota udah ga masuk di akal. Belum biaya nikah yang sebenernya diperberat sama biaya nutupin rasa gengsi keluarga. Hiduuppp gini gini amet yaa ππππ
BalasHapusBest No Deposit Bonus Codes in India - Herzamanindir.com
BalasHapus5 steps1.Visit λ©μ΄νΌλ‘μΆμ₯λ§μ¬μ§ the μΆμ₯μ΅ official website of No λ°μΉ΄λΌ Deposit India.
Benefits of using https://deccasino.com/review/merit-casino/ a no deposit bonus.
Benefits of using a no deposit ventureberg.com/ bonus.
Benefits of using a no deposit bonus.
Online Sincere Accessory domain www.online-bookmakers.info