PRIDE MONTH : LGBTQI, Berbagai keberagaman seksualitas
Bulan ini, adalah bulan yang diperingati sebagai bulan LGBT. Juni dikenang sebagai bulan LGBT karena di bulan inilah diperingati kerusuhan Stonewall di Amerika Serikat pada tahun 1969, dimana terdapat perlawanan aksi kaum gay terhadap polisi.
Begitu yang saya baca.
Jadi jangan heran kalo media sosial kalian terpenuhi dengan gambar pelangi dimana-mana.
Disini, ketika saya menulis ini, saya adalah orang yang hanya ingin memberikan informasi kepada kalian apa itu LGBTQI. Saya bukanlah orang yang mendukung LGBTQI tetapi bukan pula orang yang menolak LGBTQI. So, just relax and enjoy the ride :)
*
Kalian pasti udah sering banget mendengar istilah LGBT. Entah kalian menyebutnya LGBT ataukah menyebutnya dengan "LaGiBT". LGBT sendiri merupakan singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Lalu ada lagi dengan LGBTIQ, lalu IQ itu apa? Biar lebih paham sedikit, yuk kita cari tau pengertiannya:
1. Lesbian
Lesbian adalah istilah yang mengidentifikasikan diri seorang perempuan yang menyukai dan mencintai perempuan secara fisik, mental, seksual, emosional, dan lain halnya.
2. Gay
Adalah istilah yang mengidentifikasikan diri seorang laki-laki yang menyukai dan mencintai laki-laki secara fisik, mental, seksual, emosional.
3. Biseksual
Biseksual merupakan orientasi seksual yang tertarik secara fisik, mental, seksual, emosional atau psikologis kepada laki-laki ataupun perempuan.
4. Transgender
Transgender adalah keadaan dimana seseorang merasakan identitas yang dia rasakan berbeda dengan kelamin yang ia punya. Contoh, terlahir sebagai perempuan, tetapi merasa nyaman dengan pakaian bahkan segala jenis perilaku laki-laki. Tidak jarang, orang yang merasa dirinya 'terjebak' dalam tubuh yang berbeda identitas dengannya memilih untuk melakukan operasi untuk merubah kelaminnya.
5. Interseks
Menurut wikipedia, interseks adalah kondisi dimana seseorang memiliki tidak bisa teridentifikasi sebagai laki-laki atau perempuan. Sebagai contoh, seorang perempuan berumur 17 tahun belum mendapatkan menstruasi, setelah di cek ternyata ia memiliki kromosom XY yang dimiliki oleh laki-laki.
6. Queer
Sebenarnya Queer sendiri berarti aneh, tidak lazim atau abnormal. Merujuk pada kata homoseksual kan? Tetapi, dalam perkembangannya, Queer sendiri menjadi kata yang memayungi para Lesbian, Gay, Transgender, Interseks akan identitas gender dan orientasi seksual mereka. Kok tapi bangga sih nyebut dirinya 'abnormal'? Dari beberapa artikel yang gw baca bahwa Queer kalo diartikan ke bahasa Indonesia seperti "Gw abnormal, terus kenapa? Masalah buat lo?" Ya, kurang lebih seperti itu.
Queer juga bisa berarti sebagai penolakan terhadap pengkotak-kotakan identitas gender dan orientasi seksual. Karena, memilih untuk menjadi apa dan mempunyai orientasi seksual apa itu hak semua orang.
Dan 1 hal penting yang harus diingat adalah, Heteroseksual juga termasuk ke dalam Queer.
Jadi bisa dibilang dan lebih mudah Queer adalah kondisi dimana seorang individu menyukai seorang individu lainnya secara fisik, seksual bahkan emosional tanpa memandang apa orientasi seksual individu tersebut.
*
Saya heteroseksual, perempuan yang saat ini mengakui bahwa saya ini menyukai laki-laki dengan orientasi seksual normal. Tetapi, saya tidak tutup mata dan telinga bahwa banyak teman-teman dan beberapa kenalan saya tanpa ragu menasbihkan diri mereka seorang Gay, Lesbian bahkan Queer.
Dipertengahan bulan April tahun ini saya mengikuti suatu acara berjudul Women March Jakarta dimana acara tersebut adalah suatu acara dimana para perempuan dan juga para LGBTIQ hadir dan bersuara. Menyuarakan 'ketidakadilan' yang mereka terima.
Ketika mengetahui bahwa teman dekat saya adalah seorang gay, jujur ada rasa kepedihan mendalam di hati saya. Saat itu saya memilih menjauhinya, karena saya langsung merasa 'dia gila'. Tetapi, cara yang saya lakukan tidak berhasil, saya malah membuat diri saya jauh dari dia, bukan makin mendekatkan. Maka itu, saya memutuskan untuk 'menerimanya'. Bukan menerima orientasi seksualnya, tetapi menerimanya sebagai seorang manusia. Ya, bagaimanapun dia teman dekat saya.
Salah satu teman saya yang lain, ketika saya mempost tentang acara Women March Jakarta, menyayangkan keputusan saya untuk menjadi netral dalam masalah LGBTIQ. Lalu, agamalah yang dibawa-bawa.
Bagi saya, urusan agama dan seksualitas seseorang bukanlah konsumsi publik. Biarlah urusan kaum Sodom dan Gomorah itu urusan individu tersebut dengan Tuhan mereka. Bukan dengan kita yang menganggap diri kita 'normal'.
Ketika pernikahan sesama jenis dilegalkan di Amerika Serikat dan beberapa negara barat lainnya bahkan di asia juga, saat itu juga banyak kaum LGBTIQ meminta 'keberadaan mereka' diakui oleh negara. Saat itu juga banyak pro kontra terjadi. Di negara yang memiliki kaum muslim paling besar di dunia, wajar jika penolakan terhadap kaum LGBTIQ sangat besar. Tapi, kita tidak boleh menutup mata, telinga bahwa hal ini sudah terjadi dimana-mana.
Kenali orangnya terlebih dahulu. Jangan karena dia gemulai, atau dia berdandan layaknya laki-laki padahal dia perempuan kalian sudah menilainya negatif. Terima mereka sebagai individu, bukan sebagai kuman yang harus dijauhi.
Karena, urusan agama dan kelamin, adalah urusan masing-masing individu, bukan keluarga, teman, orang lain ataupun tetangga.

Komentar
Posting Komentar